BLITARHARIINI.COM – Penataran di Blitar bukan sekadar tempat penyimpanan benda-benda kuno, melainkan jendela menuju masa lalu peradaban Jawa kuno yang kaya.
Dengan koleksi arkeologi yang beragam, museum ini menjadi rumah bagi berbagai arca dewa-dewi Hindu-Buddha, prasasti bersejarah, dan artefak lain yang menceritakan kisah-kisah dari kerajaan-kerajaan masa lampau.
Koleksi-koleksi ini ditata apik, sebagian di dalam bangunan museum, dan sebagian lagi di halaman, memungkinkan pengunjung untuk merasakan kedekatan dengan warisan budaya yang tak ternilai.
Salah satu daya tarik utama Museum Penataran adalah koleksi arcanya yang mengagumkan. Pengunjung dapat menemukan Arca Agastya, yang juga dikenal sebagai Siwa Mahaguru, berasal dari Candi Sumbernanas.
Ada pula Arca Bima, Arca Brahma sebagai dewa pencipta yang juga dari Candi Sumbernanas, serta Arca Durga, wujud lain dari Dewi Parwati, istri Dewa Siwa.
Keberadaan arca-arca ini tidak hanya menunjukkan perkembangan seni pahat pada masanya, tetapi juga mencerminkan kepercayaan dan praktik keagamaan masyarakat kuno.
Koleksi arca lainnya yang tak kalah menarik adalah Arca Ganesa, putra Dewa Siwa dan Dewi Parwati, yang dikenal sebagai Dewa Perang, Dewa Ilmu Pengetahuan, dan Dewa Keselamatan.
Ada pula Arca Harihara, perpaduan Dewa Wisnu dan Siwa, yang ditemukan di Candi Kotes. Arca Indra, dewa lokapala penjaga arah mata angin timur yang dianggap sebagai dewa hujan dan dewa perang, juga turut memperkaya koleksi.
Arca Mahakala dan Nandiswara, yang umumnya diletakkan pada relung sebelah kiri dan kanan arah masuk bilik candi beraliran Siwaisme, memberikan gambaran tentang tata letak dan fungsi arca dalam struktur candi.
Selain arca-arca dewa, museum ini juga menyimpan Arca Naga, Arca Nandi sebagai kendaraan Dewa Siwa, Arca Pancuran, Arca Parwati istri Dewa Siwa dari Desa Sumbernanas, Arca Perwujudan, Arca Rsi, Arca Siwagajasura yang menggambarkan Dewa Siwa bertarung melawan ashura berwujud gajah dari Candi Sumbernanas, Arca Siwa sebagai Dewa Penghancur, Arca Surya sebagai Dewa Matahari, Arca Trimurti manifestasi tiga dewa utama agama Hindu (Brahma, Siwa, Wisnu) dari Desa Jiwut, dan Arca Wisnu sebagai Dewa Pemelihara.
Keberagaman arca ini menunjukkan kompleksitas kepercayaan Hindu-Buddha yang pernah berkembang pesat di wilayah Blitar.
Tak hanya arca, Museum Penataran juga memiliki koleksi prasasti yang sangat penting untuk memahami sejarah. Salah satunya adalah Prasasti Kinewu (Kinwu), prasasti tertua di Blitar, yang dikeluarkan oleh Sri Maharaja Rake Watukara Dyah Balitung dari Kerajaan Mdang (Mataram Kuno) pada tahun 829 Saka.
Ada pula Prasasti Padlegan I dari Desa Pikatan, Wonodadi, bertanggal 1038 Saka atau 1117 Masehi, yang menyebut nama Raja Bameswara dari Kerajaan Panjalu/Kadhiri. Prasasti ini memiliki ornamen lancana Candrakapala yang unik.