Scroll untuk baca artikel
Blitar Hari ini

Proyek Perbaikan Jalan di Blitar Tertunda, Tunggu Penyesuaian Anggaran

×

Proyek Perbaikan Jalan di Blitar Tertunda, Tunggu Penyesuaian Anggaran

Sebarkan artikel ini
Proyek Perbaikan Jalan di Blitar Tertunda, Tunggu Penyesuaian Anggaran

BLITARHARIINI.COM – Pelaksanaan proyek pembangunan dan perbaikan jalan di Kabupaten Blitar hingga akhir Agustus 2025 belum juga dimulai. Proyek yang menjadi perhatian publik tersebut masih terhambat pada proses penyesuaian anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat.

Kepala DPUPR Kabupaten Blitar, Iwan D Winarto, membenarkan bahwa hingga saat ini seluruh proyek jalan masih berada dalam tahap persiapan. Namun, ia memastikan bahwa realisasi pengerjaan fisik akan segera dimulai dalam waktu dekat.

“Terdapat sejumlah penyesuaian anggaran yang harus diselesaikan terlebih dahulu dan proses ini membutuhkan waktu. Akibatnya, pencanangan proyek pun tertunda. Kami berharap tidak lama lagi sudah dapat dimulai,” kata Iwan.

Menanggapi kekhawatiran bahwa waktu pengerjaan yang tersisa sudah sangat mepet, Iwan menegaskan bahwa jadwal yang ada masih dapat diikuti (still nutut).

Optimismenya ditopang oleh pemilihan material pengerjaan, yaitu hotmix, yang dikenal memiliki durasi pengerjaan lebih singkat dibanding metode lainnya.

“Untuk mempercepat, pelaksanaannya akan menggunakan hotmix yang masa pengerjaannya relatif lebih singkat,” ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, menyoroti penyebab lain di balik keterlambatan ini.

Menurutnya, mundurnya jadwal proyek juga dipengaruhi oleh adanya hasil evaluasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Khusna menjelaskan, pelaksanaan proyek saat ini masih menunggu proses finalisasi Penetapan perubahan Anggaran Keuangan (PAK) pada APBD 2025.

Meski mengakui waktu yang tersisa sangat terbatas, Khusna menyatakan optimisme yang tinggi bahwa target penyelesaian proyek pada tahun ini tetap dapat dicapai. Strateginya sejalan dengan pernyataan Iwan, yaitu dengan memprioritaskan metode kerja yang cepat.

“Karenanya, opsi pembangunannya adalah yang tidak memakan waktu lama, bukan dengan pengecoran, melainkan menggunakan hotmix,” pungkas Khusna.